Thursday, March 31, 2011

PENILAIAN AKTIVA


Pengertian Aktiva tetap

Menurut Hendi Somantri (2000:121) “Aktiva tetap atau disebut plant assets adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan, dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”.

Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu Aktiva dan dikelompokan sebagai aktiva tetap apabila :

  1. Besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian dimasa yang akan datang
  2. Berkaitan dengan entitas tertentu
  3. Memajukan pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva
  4. Menunjukan proses akuntansi
  5. Berkaitan dengan dimensi waktu

Jadi yang dimaksud aktiva tetap adalah aktiva yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa lebih dari satu tahun. Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehan. yang dimaksud harga perolehan adalah sejumlah uang yang dikeluarkan atau hutang yang timbul untuk memperoleh aktiva tetap, sampai aktiva tetap yang bersangkutan siap dioperasikan, maka harga perolehan ditetapkan sebagai berikut :

1) Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga beli ditambah dengan harga biaya yang terjadi sebubungan dengan usaha menempatkan aktiva tetap yang bersangkutan. Contoh : biaya pemasangan, percobaan, dll.

2) Aktiva tetap yang dibangun sendiri, harga perolehan ditetapkan atas dasar biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan aktiva tetap yang bersangkutan, hingga siap dipergunakan. Contoh : biaya tenaga kerja, biaya tak langsung.

3) Aktiva tetap yang diperoleh melalui pertukaran non moneter, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva diserahkan atau harga pasar aktiva diterima, tergantung harga mana yang lebih wajar.

4) Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva yang terima atau harga taksiran yang wajar.


Pengertian dan Penilaian Perputaran Aktiva tetap

Menurut Beams ( 2000: 121) perputaran aktiva tetap adalah “Posisi aktiva Tetap dan taksiran waktu perputaran aktiva tetap dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran aktiva tetap yaitu, dengan membagi penjualan dengan total aktiva tetap bersih“.

Maka dapat disimpulkan bahwa perputaran aktiva tetap ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu, penjualan dan total aktiva tetap bersih. Yang dimaksud total aktiva tetap bersih adalah total aktiva tetap setelah dikurangi penyusutan aktiva tetap.


Prinsip Penilaian Aktiva tetap

Penilaian aktiva tetap berkaitan dengan penentuan nilai pertukaran dari aktiva tersebut. Ada dua jenis pertukaran yaitu, nilai keluaran dan nilai masukan. Nilai keluaran adalah: aliran dana yang diperkirakan akan diterima perusahaan dimasa uang akan datang sesuai dengan harga pertukaran. sedangkan nilai masukan menunjukan jumlah rupiah yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva yang akan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.

Dalam hubungannya dengan pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan pengunaan aktiva tetap terdiri dari:

· Pemeliharaan (Maintenance)

Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk mempertahankan aktiva tetap pada kondisi yang tetap baik. Dengan demikian tidak mengakibatkan penambahan manfaat.

· Reparasi

Adalah pengeluaran yang bertujuan mengembalikan aktiva tetap pada kondisi semula. Manfaat ini hanya untuk kelangsungan jalannya operasi.

· Penggantian (Replacement)

Adalah pengeluaran untuk mengantikan sebagian (komponen) aktiva tetap yang rusak berat. Akan menambah terhadap usia pengunaan aktiva tetap yang bersangkutan .

· Perbaikan (Betterment)

Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk meningkatkan akiva tetap dari kondisi semula kepada kondisi yang lebih baik.

· Penambahan (Addition)

Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk memperluas dan peningkatan fasilitas yang sudah ada, misalnya penambahan bangunan.


Penyusutan Aktiva Tetap

Menurut Hendi Somantri (2000:126) penyusutan adalah “Alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi, penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”.

Nilai perolehan aktiva tetap, selama masa penggunannya akan turun setiap saat, sehingga habis masa pengunaannya aktiva tetap dianggap sudah tidak mempunyai manfaat lagi bagi perusahaan. Karena aktiva tetap memberikan manfaat selama beberapa periode akintansi, maka kerugian tersebut harus dibebankan kepada periode–periode selama masa penggunaannya.

Besarnya penyusutan yang menjadi beban setiap periode selam masa penggunannya. Aktiva tetap, tergantung kepada empat faktor sebagai berikut :

  1. Harga Perolehan
  2. Nilai Sisa atau Nilai Residu

Adalah nilai aktiva tetap setelah habis masa penggunannya, biasanya ditetapkan atas dasar taksiran.

  1. Usia Ekonomis atau Usia Manfaat
  2. Metode Penyusutan yang diterapkan

Metode penyusutan pada dasarnya dirancang atas dasar faktor-faktor tertentu contohnya : faktor waktu, faktor penggunaan. Metode penyusutan yang berdasarkan kepada faktor waktu antara lain:

1). Metode Garis Lurus

Dimana metode ini , beban penyusutan tiap tahun penggunan aktiva tetap jumlahnya sama.

Penyusutan = Harga perolehan – Nilai Residu

Usia Ekonomis

2). Metode Beban Menurun yaitu :

a). Metode Jumlah Angka Tahun

Metode ini penyusutan untuk tiap tahun jumlahnya menurun

Penyusutan : Sisa usia aktiva tetap x jmlh yang disusutkan

Jmlh angka tahun usia

b). Metode Menurun Ganda

Penyusutan ditetapkan atas dasar prosentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.

Sedangkan metode penyusutan yang didasari kepada faktor penggunaanya, terdiri dari :

1. Metode Satuan Jam Kerja

Metode ini, beban penyusutan ditetapkan atas dasar jam kerja yang dapat dicapai dalm periode yang bersangkutan .

B. penyusutan : jam kerja yg dicapai x tarif penystan tiap jam kerja

Tarif penyusutan tiap jam kerja : harga perolehan –nilai residu

Taksiran jam kerja yg dpt dicapai

2. Metode Satuan Hasil Produksi

Metode ini sama dengan satuan jam kerja, yaitu berdasarkan kepada faktor penggunaannya.

Tarif penyusutan tiap satuan : harga perolehan –nilai residu

Taksiran jmlh satuan yg dihslkan


Penilaian Aktiva menurut PSAK

Untuk menentukan berapa besarnya penyajian aktiva tetap dalam laporan keuangan dalam hal ini neraca, maka perlu ditetapkan terlabih dahulu nilai dari aktiva tetap tersebut, dengan kata lain melalui tahap penilaian aktiva tetap. SAK dengan pernyataan No.16 paragraf 13 menyatakan bahwa : Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan.
Selanjutnya dalam PSAK yang sama paragraph No 06 menyatakan : Benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap bila :

a. besar kemungkinan(probable) bahwa manfaat keekonomian dimasa yang akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir kedalam perusahaan

b. biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal.

Penjelasan dari pernyataan diatas diuraikan pada paragraph selanjutnya yaitu bahwa memenuhi kriteria(a) suatu perusahaan harus menilai tingkat kepastian aliran manfaat keekonomian masa yang datang berdasarkan bukti yang tersedia pada waktu pengakuan awal (paragraph 08), selanjutnya dalam paragraph 09 dinyatakan bahwa kriteria(b) biasanya dapat dipenuhi secara langsung karena transaksi pertukaran mempunyai bukti pembelian aktiva mengidentifikasikan biayanya.
Disamping hal tersebut diatas, maka sangat essensial untuk melihat pengeluaran-pengeluaran yang terjadi yang berkaitan dengan aktiva tetap atau setelah diperolehnya aktiva tetap tersebut. Hal inilah yang mendasari penyajian aktiva dalam neraca.

Adapun pengeluaran yang menyangkut aktiva tetap tersebut dapat berupa pemeliharaan, reparasi, perbaikan, penambahan dan perombakan. Dalam PSAK No.16 paragraf 23 dinyatakan bahwa ” Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian dimasa yang datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi dan peningkatan standar kinerja harus ditambahkan pada yang bersangkutan ”


Berikutnya dalam hal pengukuran aktiva tetap maka disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan, dalam hal penyusutan ini maka PSAK mengurai dalam paragraph 30 yaitu bahwa jumlah dapat disusutkan suatu aktiva harus dialokasikan secara sistematis sepanjang masa manfaatnya metode penyusutan harus mencerminkan pola pemanfaatan keekonomian aktiva.


Manfaat keekonomiaan yang diwujudkan dalam suatu aktiva tetap dikomsumsi oleh perusahaan sepanjang masa manfaat aktiva tetap faktor lain seperti keusangan teknis dan aus serta rusak saat suatu aktiva menganggur juga dapat mengurangi manfaat keekonomiannya.


Perlakuan Akuntansi di Negara lain mengenai Penilaian Aktiva

Standar Akuntansi adalah regulasi atau aturan (temasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusutan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar, meskipun pada praktiknya berbeda dengan yang telah ditentukan oleh standar. Perbedaan ini disebabkan antara lain:

· Hukum atas ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi resmi, pada kebanyakan Negara cenderung lemah dan tidak efektif.

· Perusahaan secara sukarela boleh melaporkan informasi akuntansi lebih banyak daripada yang diharuskan.

· Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya maka operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik.

· Di beberapa Negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan itu sendiri, bukan untuk laporan konsolidasi.

Penetapan standar akuntansi pada umumnya melibatkan gabungan dari sektor swasta dan sektor publik. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi, pengguna, dan penyusun laporan keuangan, sedangakan sektor publik antara lain otoritas pajak kementerian yang bertanggung jawab atas hukum komersial serta komisi pasr modal. Selain kedua faktor tersebut terdapat pula bursa efek yang turut mempengruhi penetapan standar akuntansi ini

Penetapan dari faktor-faktor ini berbeda antara satu Negara dengan Negara yang lain. Dalam hal ini kita akan membandingkan sistem akuntansi nasional khususnya Penilaian Aktiva enam Negara besar meliputi Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan amerika Serikat. Berikut adalah kajian sistem akuntansi nasional khususnya penilaian aktiva enam Negara yang di perbandingkan.

Prancis

Akuntansi prancis memiliki karakteristik ganda yaitu:

· Perusahaan secara tersendiri

1. Sewa guna usaha dilakukan langsung sebagai beban

2. Aktiva berwujud dinilai berdasarkan historical cost

3. Aktiva tetap didepresiasikan dengan metode garis lurus atau saldo berganda

4. Revaluasi atas nilai berjalan (current value) dimungkinkan, khususnya untuk property, pabrik, peralatan dan investasi jangka panjang.

5. Persediaan dinilai berdasarkan metode FIFO atau rata-rata tertimbang

6. Biaya R&D dibebankan pada saat terjadinya. Dikapitalisasikan dan di amortisasi tidak lebih dari 5 tahun.

7. Cadangan resmi harus dibuat dengan menyisihkan 5% dari laba/tahun

· Kelompok usaha konsolidasi

1. Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) menjadi dasar laporan konsolidasi di prancis setelah tahun 2009

2. Lebih fleksibel, menyesuaikan dengan IFRS bahkan GAAP

3. Sewa guna usaha tidak harus dikapitalisasi

4. Metode pembelian umumnya digunakan dalam mencatat penggabungan usaha.

Penilaian Aktiva di Negara Prancis adalah historis.

Jerman

Praktik akuntansi jerman mengacu kepada Hukum Komersial (HB). Penilaian Aktiva di Negara Jerman menggunakan biaya historis dasar penilaian aktiva berwujud.

Jepang

Akuntansi dan pelaporan keuangan jepang mencerminkan gabungan pengaruh domestic dan internasioanal dimana secara umum berkembang. Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar, namun biaya yang paling banyak digunakan. Investasi pada surat berharga dinilai sebesar nilai pasar. Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan sesuai dengan hukum pajak. Metode saldo menurun merupakan metode depresiasi yang paling umum. Penilaian Aktiva di Negara Jepang adalah historis.

Belanda

Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang permisif meskipun dengan standar praktik-praktik professional yang sangat tinggi dengan orientasi pada penyajian yang wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang berbeda. Goodwill yang merupakan perbedaan antara biaya akusisi dengan wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Metode ini umum digunakan biasa disebut sebagai pembelian. Penilaian Aktiva di Negara Belanda adalah historis & current.

Inggris

Akuntansi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan akuntansi inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangakan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang.

Inggris memperbolehkan baik metode akusisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Kondisi penggunaan metode disebut sebagai pooling of interest method di Amerika Serikat begitu ketat sehingga hampir tidak pernah digunakan.

Pengeluaran reset dihapus bukukan pada tahun terjadi pengeluaran dan dalam kondisi tertentu biaya pengembangan dapat di tangguhkan. Namun demikian, dalam praktik hanya sedikit preusan inggiris yang melakukan kapitalisasi atas biaya pengembangan. Sewa guna usaha mengalihkan risiko dan imbalan kepemilikan kepada pihak penyewa (lessee) dikapitalisasikan dan kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai akun kewajiban. Penilaian Aktiva di Negara Inggris adalah historis.

Amerika Serikat

Akuntansi di Amerika Serikat di atur oleh sektor badan swasta (FASB) serta lembaga sebuah pemerintah (SAC). Proses auditing perudahaan publik sendiri di atur oleh badan pengawas Akuntansi perusahaan publik (PCAOB) yang langsung diawasi oleh STC. Penilaian Aktiva di Negara Amerika Serikat adalah historis.


IFRS di Negara lain

Prancis

1. Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) menjadi dasar laporan konsolidasi di prancis setelah tahun 2009

2. Lebih fleksibel, menyesuaikan dengan IFRS bahkan GAAP

Sumber : http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/08/18/perputaran-aktiva-tetap

http://id.svoong.com/writing-and-speaking/presenting/2061495-pengukuran-dan-penilaian-aktiva-tetap/

mercubuana sumber: pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files./32026-2-632993421985.doc

pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../32026-3-168792057863.doc

1 comments:

hena nurlina said...

gan saya kpas ya terima kasih

Post a Comment

Template by:
Free Blog Templates